SEMINAR: PERANAN AKTUARIS DALAM ASURANSI UMUM DI INDONESIA

Pada hari Selasa, 23 Januari 2018 saya dan teman-teman dari Universitas Pelita Harapan berkesempatan untuk hadir dalam acara workshop Co-operative Academic Education Program di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta. Tujuan utama acara ini adalah untuk membangun sinergi industri dan universitas program belajar bekerja terpadu. Seminar ini didukung oleh READI Project yang sangat mendukung program internship. Acara ini sebenarnya diperuntukkan bagi senior-senior di bidang asuransi umum dan universitas, namun kami diberi kesempatan untuk bisa hadir di acara tersebut. 


Salah satu topik yang cukup penting untuk kita simak adalah pembahasan oleh pihak PAI. Pada pertemuan ini dijelaskan mengenai percepatan pertumbuhan anggota PAI yang dapat disimpulkan bahwa saat ini aktuaris di Indonesia lebih banyak bekerja di perusahaan asuransi jiwa dibandingkan bekerja di perusahaan asuransi umum. Hal penting yang saya dapatkan pada pertemuan ini adalah ternyata PAI sebenarnya sudah menyiapkan sertifikasi khusus bagi aktuaris yang ingin bekerja di asuransi umum  yaitu dengan mengambil sertifikasi CNLA. Untuk mengambil sertifikasi Certified Non-Life Analyst (CNLA) ini syaratnya harus lulus ujian sertifikasi PAI A10, A20 dan A40  terlebih dahulu dan selanjutnya kita bisa mengikuti pelatihan khusus yang telah disiapkan PAI memperdalam bidang asuransi umum.

Pertemuan ini sebenarnya lebih mengarah kepada mencari kesepakatan antara pihak asuransi dan pihak universitas dalam program internship. Tujuan program internship ini sangat bagus untuk fresh-graduate actuary supaya sudah lebih matang saat terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Dari 3 pembicara dari berbagai perusahaan yang hadir pada kesempatan ini, semuanya berpendapat yang sama yaitu menginginkan aktuaris yang memiliki kompetensi analytical problem-solving, math and numeracy skills, computer skills, communication and interpersonal skills, business or industry knowledge, leadership, etc. Jika seorang aktuaris menguasai kompetensi-kompetensi diatas, maka akan terbentuk aktuaris yang berkualitas di masa depan. Disampaikan pula oleh mereka bahwa kesempatan bekerja sebagai aktuaris di asuransi umum masih sangat luas, beda halnya dengan karir di bidang asuransi jiwa karena lebih kompetitif. Seorang aktuaris yang bekerja di asuransi jiwa biasanya sudah lebih siap karena memiliki visi yang terarah dan bekerja selalu dalam tim, sedangkan jika bekerja di asuransi umum sifatnya lebih independen.

Dari 3 universitas yang hadir, dimana salah satunya adalah Universitas Pelita Harapan (UPH), juga memberikan masukan kepada para pembicara lewat presentasi. Kesimpulan dari presentasi ini adalah universitas sangat mendukung adanya program internship guna mempersiapkan mahasiswa di bidang aktuaris supaya lebih matang pada saat mereka terjun ke dunia aktuaria yang sesungguhnya.


Note: Ujian PAI periode pertama tahun 2018 sudah dibuka, batas akhir pembayaran dan pendaftaran ujian adalah pada tanggal 20 April 2018. Untuk informasi lebih lanjut harap cek website: www.aktuaris.or.id . Selamat belajar!



Best Regards,
Earlitha

Comments

Popular Posts